elherlan's Blog

img

Boston, Selama ini diketahui terlalu sering minum soda bisa berbahaya bagi kesehatanpenyakit.

Tapi minuman soda yang mengandung sitrat tinggi bisa mencegah jenis batu ginjal yang paling umum.

Dalam studi ini peneliti menemukan bahwa beberapa versi minuman soda diet rasa jeruk yang populer seperti 7Up, Sunkist dan Sprite mengandung jumlah sitrat relatif tinggi.

Sitrat dapat menghambat pembentukan batu kalsium oksalat yang merupakan penyebab paling umum dari batu ginjal.

Temuan yang dilaporkan dalam Journal of Urology menunjukkan bahwa diet minuman soda dengan sitrat tinggi dapat digunakan bagi orang yang rentan terhadap

batu ginjal.

Batu ginjal terjadi ketika urine mengandung lebih banyak zat pembetuk kristal seperti kalsium, asam urat dan suatu zat yang disebut dengan oksalat dibandingkan kandungan lain yang dapat diencerkan. Kebanyakan batu ginjal disebabkan kalsium dan biasanya dalam bentuk kombinasi dengan oksalat.

“Salah satu penyebab orang terkena batu ginjal adalah kandungan sitrat yang relatif kecil di dalam urine-nya,” ungkap…

Lihat pos aslinya 180 kata lagi

Iklan
Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Ibu Bekerja & Dampaknya bagi Perkembangan Anak

Salah satu dampak krisis moneter adalah bertambahnya kebutuhan yang tidak dapat terpenuhi karena semakin mahalnya harga-harga. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut salah satu caranya adalah menambah penghasilan keluarga…akhirnya kalau biasanya hanya ayah yang bekerja sekarang ibupun ikut bekerja.

Ibu yang ikut bekerja mempunyai banyak pilihan. Ada ibu yang memilih bekerja di rumah dan ada ibu yang memilih bekerja di luar rumah. Jika ibu memilih bekerja di luar rumah maka ibu harus pandai-pandai mengatur waktu untuk keluarga karena pada hakekatnya seorang ibu mempunyai tugas utama yaitu mengatur urusan rumah tangga termasuk mengawasi, mengatur dan membimbing anak-anak. Apalagi jika ibu mempunyai anak yang masih kecil atau balita maka seorang ibu harus tahu betul bagaimana mengatur waktu dengan bijaksana. Seorang anak usia 0-5 tahun masih sangat tergantung dengan ibunya. Karena anak usia 0-5 tahun belum dapat melakukan tugas pribadinya seperti makan, mandi, belajar, dan sebagainya. Mereka masih perlu bantuan dari orang tua dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan tersebut. Bila anak itu dititipkan pada seorang pembantu maka orang tua atau khususnya ibu harus tahu betul bahwa pembantu tersebut mampu membimbing dan membantu anak-anak dalam melakukan pekerjaannya. Kalau pembantu ternyata tidak dapat melakukannya maka anak-anak yang akan menderita kerugian.

Pembentukan kepribadian seorang anak dimulai ketika anak berusia 0-5 tahun. Anak akan belajar dari orang-orang dan lingkungan sekitarnya tentang hal-hal yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya. Anak yang berada di lingkungan orang-orang yang sering marah, memukul, dan melakukan tindakan kekerasan lainnya, anak tersebut juga akan bertumbuh menjadi pribadi yang keras. Untuk itu ibu atau orang tua harus bijaksana dalam menitipkan anak sewaktu orang tua bekerja.

Kadang-kadang hanya karena lingkungan yang kurang mendukung sewaktu anak masih kecil akan mengakibatkan dampak yang negatif bagi pertumbuhan kepribadian anak pada usia selanjutnya. Seperti kasus-kasus kenakalan remaja, keterlibatan anak dalam dunia narkoba, dan sebagainya bisa jadi karena pembentukan kepribadian di masa kanak-kanak yang tidak terbentuk dengan baik.

Untuk itu maka ibu yang bekerja di luar rumah harus bijaksana mengatur waktu. Bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga memang sangat mulia, tetapi tetap harus diingat bahwa tugas utama seorang ibu adalah mengatur rumah tangga. Ibu yang harus berangkat bekerja pagi hari dan pulang pada sore hari tetap harus meluangkan waktu untuk berkomunikasi, bercanda, memeriksa tugas-tugas sekolahnya meskipun ibu sangat capek setelah seharian bekerja di luar rumah. Tetapi pengorbanan tersebut akan menjadi suatu kebahagiaan jika melihat anak-anaknya bertumbuh menjadi pribadi yang kuat dan stabil.

Sedangkan untuk ibu yang bekerja di dalam rumahpun tetap harus mampu mengatur waktu dengan bijaksana.

Tetapi tugas tersebut tentunya bukan hanya tugas ibu saja tetapi ayah juga harus ikut menolong ibu untuk melakukan tugas-tugas rumah tangga sehingga keutuhan dan keharmonisan rumah tanggapun akan tetap terjaga dengan baik.

Categories: PSIKOLOGI | Tinggalkan komentar

Minuman Soda dengan Sitrat Tinggi Cegah Batu Ginjal?

img

Boston, Selama ini diketahui terlalu sering minum soda bisa berbahaya bagi kesehatan penyakit .

Tapi minuman soda yang mengandung sitrat tinggi bisa mencegah jenis batu ginjal yang paling umum.

Dalam studi ini peneliti menemukan bahwa beberapa versi minuman soda diet rasa jeruk yang populer seperti 7Up, Sunkist dan Sprite mengandung jumlah sitrat relatif tinggi.

Sitrat dapat menghambat pembentukan batu kalsium oksalat yang merupakan penyebab paling umum dari batu ginjal.

Temuan yang dilaporkan dalam Journal of Urology menunjukkan bahwa diet minuman soda dengan sitrat tinggi dapat digunakan bagi orang yang rentan terhadap

batu ginjal.

Batu ginjal terjadi ketika urine mengandung lebih banyak zat pembetuk kristal seperti kalsium, asam urat dan suatu zat yang disebut dengan oksalat dibandingkan kandungan lain yang dapat diencerkan. Kebanyakan batu ginjal disebabkan kalsium dan biasanya dalam bentuk kombinasi dengan oksalat.

“Salah satu penyebab orang terkena batu ginjal adalah kandungan sitrat yang relatif kecil di dalam urine-nya,” ungkap Dr Brian H Eisner, seorang urolog dari Massachusetts General Hospital di Boston, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (18/5/2010).

Selama ini pengobatan yang umum untuk mencegah batu ginjal akibat kalsium oksalat atau jenis batu lain seperti batu asam urat adalah dengan mengonsumsi suplemen kalium sitrat.

Namun menurut Dr Eisner, bagaimana pastinya terapi ini bisa mencegah pembentukan batu ginjal masih belum jelas, tapi beberapa dokter ada yang sudah menganjurkan hal ini pada pasiennya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada minuman komersial yang memiliki kandungan sitrat serupa dengan minuman limun buatan sendiri.

Secara keseluruhan penelitian ini menemukan minuman soda diet berbasis jeruk termasuk 7Up, Sunkist, Sprite, Fresca and Canada Dry ginger ale memiliki kadar sitrat yang lebih tinggi daripada minuman limun buatan sendiri. Sedangkan minuman soda lainnya tidak banyak mengandung sitrat.

Karena belum ada bukti pasti minuman sitrat tinggi membantu mencegah pembentukan batu ginjal, saat ini peneliti tidak menganjurkan seseorang melakukan diet soda rasa jeruk untuk mencegah pembentukan batu. Tapi disarankan pasien harus secara rutin mengonsumsi 2-3 liter air atau cairan lainnya setiap hari.

Vera Farah Bararah – detikHealth

Categories: TIPS KESEHATAN | 1 Komentar

Cegah Uban di Usia Muda

img

Jakarta, Rambut putih alias uban biasanya identik dengan rambut kakek dan nenek. Tapi uban tak selalu berkaitan dengan usia, karena tak jarang pula orang yang masih muda ubanan. Apa yang menyebabkan uban di usia muda?

Pertumbuhan rambut terjadi secara bertahap. Akar rambut berisi struktur seperti tas kecil yang disebut folikel rambut. Folikel rambut ini mengandung melanosit yang menghasilkan pigmen yang disebut melanin, yang bertanggung jawab untuk warna rambut.

Ada beberapa helai rambut yang tidak tumbuh dan masih dalam tahap istirahat. Seiring dengan berjalannya waktu, rambut tersebut menjadi tua dan mulai berubah warna dari hitam menjadi abu-abu dan putih.

Proses ini umum terjadi pada usia 50-an tahun. Berlawanan dengan kepercayaan populer bahwa rambut uban identik dengan usia tua, beberapa helai uban juga terlihat pada anak-anak yang berumur 10 tahun. Hal ini juga terjadi pada remaja.

Banyak orang muda yang mengeluh ketika melihat uban di kepalanya. Uban prematur ini dalam terminologi medis disebut canities.

Seperti dilansir dari Ehow dan Buzzle, Senin (24/5/2010), berikut penyebab tumbuhnya uban di usia muda:

1. Genetika

Penyebab utama munculnya uban di usia muda adalah genetika. Jika salah satu dari orangtua atau bahkan keduanya mengalami pertumbuhan uban di usia muda, maka kemungkinan besar sang anak pun akan mengalami uban prematur.

Meskipun gen tertentu yang membawa sifat dari uban prematur belum ditemukan, tapi alasan genetika sudah sangat umum dan turun-temurun terjadi.

2. Kondisi medis

Kondisi medis tertentu seperti ketidakseimbangan hormon tiroid atau hipotiroidisme, kekurangan vitamin B12 dan anemia pernisiosa juga bisa menyebabkan uban tumbuh di usia muda.

Vitamin B12 bertanggung jawab untuk menghasilkan jumlah sel darah merah yang sehat di sumsum tulang. Anemia pernisiosa ditandai dengan gejala seperti kelelahan, kurang nafsu makan, penurunan berat badan, sakit kuning dan sakit kepala.

Stres juga dianggap sebagai penyebab uban prematur. Stres, banyak beban pikiran dan kecemasan juga dapat menyebabkan penuaan dini.

Selain itu, vitiligo adalah kondisi sistem autoimun yang merusak melanosit, sel-sel yang menghasilkan pigmen yang bertanggung jawab untuk warna rambut.

3. Obat

Menurut sebuah studi tahun 1996 yang diterbitkan dalam British Medical Journal, orang yang merokok empat kali lebih mungkin mengalami uban prematur ketimbang orang non-perokok.

Dalam beberapa kasus, penggunaan obat bisa menjadi penyebab untuk uban prematur. Penyebab pasti di balik fenomena ini tetap tidak diketahui, tetapi hubungan terlihat antara uban prematur dan obat-obatan tertentu, seperti lithium.

Meskipun wajar memiliki beberapa helai rambut putih atau uban, dapat hal ini mulai menjengkelkan apabila uban memenuhi hampir separuh rambut di kepala.

Untuk menghindari rambut beruban di usia dini, cobalah solusi alami berikut yang efektif dan ucapkan selamat tinggal pada uban:

1. Pola makan

Masukkan makanan yang kaya akan mineral seperti zat besi, natrium dan vitamin B dalam menu harian Anda. Mengonsumsi buah-buahan dan sayuran juga bermanfaat, seperti yang kaya antioksidan, sehingga dapat membantu memerangi radikal bebas yang menyebabkan uban prematur.

2. Pijat rambut

Pijat rambut dengan minyak kelapa akan menjaga rambut panjang, hitam dan kuat. Anda juga dapat merebus daun kari dalam minyak kelapa dan memakainya untuk rambut.

Memakai minyak dan campuran bubuk gooseberry kering adalah pengobatan yang efektif untuk uban.

3. Menggunakan pewarna rambut henna

Henna adalah pewarna rambut alami untuk rambut beruban karena membantu dalam menutupi uban dan mengembalikan warna rambut menjadi coklat gelap. Ini juga dapat menjadi solusi alami untuk uban.

Merry Wahyuningsih – detikHealth

Categories: TIPS KESEHATAN | Tinggalkan komentar

Benarkah Stres Bikin Rambut Ubanan?

img

London, Orang bisa mendapatkan rambut uban di umur berapa saja. Beberapa orang beruban di usia muda pada saat kuliah ataupun sekolah, namun ada juga yang mulai beruban saat usia 30-40 tahun. Benarkah stres bisa memicu tumbuhnya uban?

Selama ini banyak mengira uban muncul karena faktor stres, terutama bagi mereka yang masih muda dan belum memasuki usia lanjut. Tapi ternyata bukan stres penyebabnya. Peneliti mengatakan faktor genetiklah yang lebih berperan, tanpa bisa kita kontrol.

Peneliti mencoba membandingkan dua kelompok partisipan, yaitu yang memiliki gen identik dan yang tidak identik. Dan ternyata mereka dengan gen identik punya kemiripan warna rambut daripada mereka yang berbeda gen, termasuk ketika munculnya ubandi kepala mereka.

“Meski banyak teori yang menjelaskan tentang perbedaan kemunculan uban pada rambut disebabkan oleh pola hidup dan faktor stres, tapi sangat sedikit bukti ilmiah yang bisa menjelaskannya,” ujar Dr David Gunn seperti dilansir dari BBC, Sabtu (5/12/2009).

Rambut uban dilaporkan lebih dulu muncul pada wanita daripada pria. Fakta ini lalu dikaitkan dengan faktor stres yang lebih banyak menimpa wanita daripada pria, terutama wanita yang sudah menikah. Namun peneliti membantah hal itu karena faktor gen ternyata lebih bisa membuktikan fakta tersebut.

“Ini artinya pada rata-rata orang, rambut yang berubah warna menjadi putih atau abu-abu? (uban) bukan karena pola hidupnya selama ini, tapi lebih pada faktor genetik yang tidak bisa dikontrol. Pola hidup ternyata tidak terlalu berdampak pada hilangnya warna alami rambut,” tutur Nina Goad dari the British Association of Dermatologists.

Meski demikian, studi sebelumnya ada juga yang menemukan fakta bahwa uban yang lebih dulu muncul pada mereka yang masih muda diperngaruhi oleh faktor lingkungan.

“Itu adalah salah satu bentuk pengecualian, mungkin karena orang itu terlalu banyak terkena zat kimia atau menggunakan produk-produk berbahan kimia pada rambutnya,” ujar Dr David Fisher dari Faber Cancer Institute.

Uban terjadi ketika sel-sel pigmen dikantung rambut secara bertahap mulai mati. Bila sedikit kandungan pigmen sel dalam kantung rambut, maka setiap helai rambut tidak lagi berisi banyak melanin dan akan mengubah warna rambut menjadi abu-abu atau putih selama pertumbuhannya. Semakin lama pigmen selnya semakin sedikit, yang pada akhirnya rambut akan seutuhnya berwarna abu-abu atau putih.

Nampaknya memang uban susah dicegah jadi hadapi saja sebagai pengingat kita bertambah dewasa. Pilihan untuk menutupi atau membiarkannya ada pada masing-masing orang tersebut. Mau dicat, atau pakai penutup kepala bisa jadi solusi sementara.

Nurul Ulfah – detikHealth

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Menjadi Orangtua Tiri, Haruskah Takut?

Ilustrasi

KOMPAS.com – Menjadi orangtua tidaklah mudah, ttulah yang sering orang bilang. Ya, menangani anak sendirian kadangkala tidak mudah untuk para orangtua, apalagi jika Anda adalah seorang single fighter yang tiba-tiba memiliki anak karena hasil pernikahan.

Pastinya Anda bingung dengan status baru Anda. Bukan hanya status istri atau suami yang Anda dapatkan tapi juga ‘bonus’ sebagai ibu atau ayah dadakan! Lalu, harus bagaimana? Tenanglah, jangan takut. Memang, anak Anda bukanlah yang Anda besarkan selama ini. Bahkan pengalaman menangani anak kecil saja terbatas pada pengalaman mengasuh keponakan Anda yang sedang nakal-nakalnya. Tak tahu harus memulai dari mana? Mungkin ada baiknya Anda memulai dengan menyimak artikel berikut.

Pada beberapa kasus istimewa, semua hal yang Anda takutkan tidak terjadi. Bahkan sebaliknya, Anda sangat menikmati keluarga baru, tapi bagaimana dengan yang sebaliknya? Ya, jangankan Anda, anak yang dibawa oleh pasangan Anda pun mungkin akan bingung dengan perubahan yang tiba-tiba ini apalagi bila Anda dan dia tidak terlalu dekat.

Tidak ada formula ajaib dalam menciptakan keluarga ‘sempurna’ tentunya karena setiap keluarga punya keistimewaan masing-masing. Tips berikut ini mungkin bisa membantu Anda untuk membuat keluarga baru Anda lebih istimewa.

Pelan-pelan saja
Jangan mengharapkan semua serba instan ataupun langsung terlihat hasilnya. Anda memang sangat menginginkan situasi yang akrab dengan segera dan bertanya-tanya apakah yang Anda lakukan benar atau salah bahkan jika si kecil mungkin terlihat tidak suka, Anda pun langsung panik dan bertanya-tanya apakah ada yang salah dengan Anda. Wow…sabar sedikit, butuh waktu untuk membiasakan diri dengan seseorang, apalagi untuk menciptakan suatu hubungan yang akrab.

Mulailah dengan sikap yang santai, tahukah Anda bahwa anak-anak dapat mengetahui apakah Anda sedang bersikap ‘pura-pura baik’ ataukah memang baik. Bahkan mereka bisa menilai apakah Anda sedang tidak jujur karena memaksakan diri. Tenanglah, tidak perlu khawatir! Seiring  berjalannya waktu, akan mulai tercipta dengan sendirinya pengertian dari Anda dan si kecil sehingga ia bisa mengenal pribadi Anda dengan baik.

Faktor yang mempengaruhi hubungan Anda
Untuk anak yang kehilangan orangtua karena kematian atau karena perceraian membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menerima Anda sebagai orangtua barunya. Karena dengan hadirnya Anda, berarti hilanglah sudah harapan sang anak bahwa orangtua mereka akan kembali bersama lagi. Kekecewaan akan tetap melanda meskipun peristiwa perceraian sudah berlangsung bertahun-tahun lalu. Hal ini dapat menyebabkan mereka menjadi marah, bingung dan merasa terluka.

Selain itu, faktor usia juga sangat berpengaruh terhadap penerimaan situasi. Pada umumnya, yang lebih bisa menerima situasi ini berubah adalah anak yang masih kecil dibandingkan dengan yang sudah beranjak dewasa.

Hal penting yang sering dilupakan adalah seberapa lama mengenal pasangan Anda dan bersamanya sebelum Anda menikahi sang pasangan dan hidup bersamanya. Anak-anak terkadang merasa belum nyaman, dan jika Anda tidak terburu-buru untuk memulai hubungan baru ini, maka sebenarnya hal ini tidak perlu terjadi. Semakin lama Anda masuk dalam kehidupan, biasanya mereka akan merasa lebih bisa menerima kehadiran Anda.

Yang paling penting adalah bisakah kehadiran Anda diterima oleh mantan pasangan Anda? Ini merupakan faktor yang sangat kritikal, karena jika sang mantan bisa menerima kehadiran Anda dalam kehidupan baru pasangan, maka biasanya akan lebih mudah bagi sang anak untuk menerima Anda. Dengan tidak adanya kebencian terhadap Anda akan tercipta hubungan komunikasi yang baik.

Kuncinya adalah komunikasi, kesabaran dan pengertian. Memang, kelihatannya mudah diucapkan, tapi percayalah, tiga hal ini merupakan kunci kesuksesan Anda dalam membina suatu hubungan bukan?

dr.Intan Airlina Febiliawanti

<!–/ halaman berikutnya–>

Categories: PSIKOLOGI | Tinggalkan komentar

Bernyanyi Bisa Kurangi Sakit Iritasi Usus

img

Stockholm , Bernyanyi mungkin menjadi kegemaran banyak orang karena menimbulkan rasa nyaman. Tak hanya itu, bernyanyi bersama paduan suara dianjurkan dokter bagi penderita sindrom iritasi usus atau irritable bowel syndrome (IBS).

Bernyanyi aktif seminggu sekali bisa mengurangi stres yang berarti meringankan penyakit penyakit IBS.

Peneliti menemukan bahwa pada kelompok studi paduan suara yang aktif bernyanyi seminggu sekali, terdapat pengurangan stres sejak enam bulan pertama. Yang berarti ini juga dapat meringankan penyakit IBS.

Penemuan ini dilaporkan dalam edisi terbaru Journal of Psychotherapy and Psychosomatics.

IBS. Asal tahu saja, sindrom IBS adalah gangguan pencernaan yang dapat dipengaruhi oleh faktor psikologis tertentu, seperti stres.

Hal ini disampaikan oleh tim peneliti dari Swedia yang meneliti kaitan antara bernyanyi dalam kelompok paduan suara dan sindrom iritasi usus.

“Manfaat relaksasi yang umumnya terkait dengan kelompok paduan suara sebenarnya mungkin memiliki dampak positif pada gejala gangguan sindrom iritasi usus, setidaknya dalam jangka pendek,” ujar Christina Grape, penulis studi dari Stockholm University, seperti dilansir dari Health24, Rabu (26/5/2010).

Pada studi yang dilakukan tahun 2006 ini, partisipan yang merupakan pasien IBS dibagi menjadi dua kelompok, satu ditugaskan untuk bergabung dengan kelompok paduan suara dan lainnya mengikuti kelompok diskusi. Kedua kelompok bertemu tiga sampai empat kali sebulan selama setahun.

Peneliti memilih dua kelompok kegiatan ini untuk melihat apakah partisipan dalam paduan suara, yang sering dianggap sebagai kegiatan santai komunitas, juga dapat memiliki potensi terapi untuk pasien IBS.

Air liur partisipan diambil sebagai sampel sebelum mengikuti kelompok studi, kemudian setelah 6 bulan, 9 bulan dan 1 tahun setelah mengikuti kelompok studi.

Hal ini dilakukan untuk mengukur kadar hormon testosteron yang terkait dengan tingkat stres. Dengan demikian dapat diketahui berapa banyak orang yang mengalami stres dan kaitannya dengan

Merry Wahyuningsih – detikHealth

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Usia Pernikahan Rawan Kebosanan

Ketegangan dan konflik bukanlah hal terutama yang memengaruhi tingkat kepuasan dalam pernikahan yang sudah berlangsung sekian tahun. Kebosanan yang terlihat biasa pun bisa menjadi pembunuh kehangatan pernikahan.Studi ini melibatkan peserta sebanyak 123 pasangan menikah, yang mengajukan izin pernikahan di Wayne County, Michigan, Amerika Serikat. Dengan usia rata-rata, wanitanya 24 tahun dan pasangannya berusia 26 tahun. Masing-masing memasuki pernikahan pertama.

Dari studi tersebut diketahui bahwa secara rata-rata, usia kebosanan pernikahan terjadi ketika menginjak tahun ke-7 dan ke-16. Pada tahun ke-7 dan ke-16 tersebu, masing-masing pasangan diberikan 3 pertanyaan:
– Selama sebulan terakhir, seberapa sering Anda merasa hubungan pernikahan ini terasa membosankan? Apakah Anda selalu melakukan hal yang sama setiap waktu dan jarang melakukan kegiatan menyenangkan sebagai pasangan?
– Secara keseluruhan, seberapa puaskah Anda dengan pernikahan yang Anda miliki?
– Partisipan diminta untuk melihat 7 pasang lingkaran bertumpuk-tumpuk yang tingkat keruwetannya berbeda, lalu diminta gambar yang paling tepat untuk melukiskan pernikahannya.

“Kebosanan terbesar di tahun ke-7 secara signifikan memprediksi ketidakpuasan di tahun ke-16. Namun, kepuasan yang dirasakan pada tahun ke-7 tidak secara signifikan memastikan bahwa akan hal yang sama di tahun ke-16,” seperti dituliskan oleh salah satu peneliti dalam laporannya.

Irene Tsapelas dari Stony Brook University, New York menemukan bahwa hasil riset mereka ini menemukan bahwa rasa kesenangan, spontanitas, dan rasa mendebarkan bisa membawa pasangan makin dekat, yang pada akhirnya akan mengarah kepada kepuasan dalam berhubungan.

“Jika pasangan merasakan kesenangan dari sumber lain (misal, aktivitas yang baru dan menantang) dalam konteks yang berbagi, maka pengalaman berbagi ini bisa memercikkan gairah dalam hubungan dengan menghubungkan kesenangan dalam hubungan. Jika teori ini berlaku di luar laboratorium, akan memiliki implikasi teoritis dan praktis yang signifikan,” jelasnya.

<!–/ halaman berikutnya–>

Sumber :WebMD
Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Kala Stres, Selera Pria Lebih “Nakal”

Shutterstock

Ilustrasi

BERLIN — Kondisi psikologis pria dapat memengaruhi minat dan selera seksual mereka. Riset menunjukkan, selera pria terhadap lawan jenis  menjadi lebih bervariasi ketika dalam kondisi tertekan.

Seorang pria biasanya cenderung tertarik pada pasangan yang memiliki kemiripan wajah dengan dirinya. Tetapi hasil penelitian tentang preferensi seksual menunjukkan, pilihan pria bisa berubah akibat mengalami stres. Kala tertekan, mereka menjadi lebih terbuka pada lebih banyak variasi wanita.

Dalam kondisi rileks, pria tak jatuh hati pada pasangan yang wajahnya tak mirip dengan mereka. Para pria menilai wanita ini 14 persen kurang menarik dibandingkan yang punya kemiripan wajah dengan mereka. Namun, pada kelompok pria stres, pasangan yang wajahnya tidak mirip dengan mereka dinilai 9 persen lebih menarik.

Johanna Lass-Hennemann dari Universitas Trier Jerman yang memimpin riset ini mengatakan, temuan ini sejalan dengan hasil riset sebelumya bahwa binatang kehilangan ketertarikan seksual yang normal ketika dalam kondisi stres.

“Pria cenderung mendekati pasangan yang berbeda dan menilai ini lebih menyenangkan ketika mereka dalam kondisi stres akut. Tapi kami tidak yakin bagaimana ini dapat tecermin dalam keputusan memilih pasangan yang sebenarnya,” ungkap Lass-Hennemann.

Para ahli menduga, ketertarikan memilih pasangan yang memiliki kemiripan wajah berkaitan dengan kecenderungan manusia menaruh kepercayaan lebih besar pada wajah yang familiar. Faktor ini pula yang memegang peran penting dalam menjalin hubungan jangka panjang. Akan tetapi, dalam kondisi stres, pengaruh kemiripan wajah ini tampaknya memudar.

Lass-Hennemann berspekulasi, stres mungkin meningkatkan kecenderungan pria  menikahi atau bereproduksi dengan wanita yang memiliki perbedaan secara genetis. Manfaatnya adalah anak yang lahir dari hubungan ini mungkin dapat lebih tahan dan mampu mengatasi lingkungan yang penuh tekanan.

“Kami pikir bahwa lingkungan yang penuh dengan stres kronis seharusnya dapat meningkatkan perkawinan silang (outbreed). Sebab, perkawinan sedarah mungkin akan melahirkan keturunan yang tidak cukup beragam secara genetis,” ujarnya.

Dalam riset yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the Royal Society B ini, peneliti melibatkan 50 mahasiswa heteroseksual sehat yang dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama diminta mencelupkan tangannya dalam seember air dingin selama tiga menit sebelum menjalani tes. Sedangkan kelompok kedua diminta melakukan hal yang sama, tetapi dengan air yang bersuhu normal sesuai temperatur tubuh.

Peneliti juga melakukan pengukuran rata-rata detak jantung dan kadar hormon stres kortisol untuk memastikan bahwa pria pada kelompok pertama dalam kondisi yang lebih stres sebelum tes dilakukan.

Dalam tesnya sendiri, kepada para pria diperlihatkan serangkaian gambar lewat layar komputer. Beberapa di antaranya adalah gambar benda rumah tangga dan  wanita telanjang. Sejumlah gambar wanita tersebut direkayasa secara digital untuk menyerupai wajah pria yang sedang diuji atau pria lain dalam kelompok penelitian.

Selama tes, sesekali diperdengarkan bunyi suara berisik untuk mengejutkan para pria dan mencatat reaksi mereka. Riset sebelumnya mengindikasikan, seseorang tidak merasakan terkejut ketika menemukan sesuatu yang menarik. Para pria ini juga diminta merata-ratakan seberapa besar mereka tertarik dan merasa terangsang.

Pada kelompok kontrol, para pria lebih tertarik pada wanita yang memiliki kemiripan wajah dengan mereka, sedangkan pada kelompok stres secara konsisten memilih dan merata-ratakan wanita yang tidak dikenal sebagai sosok yang menarik. Reaksi pada saat terkejut menegaskan ketertarikan mereka.

Sumber :The Guardian

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Ketika Perempuan Merokok di Anggap Keren

Menteri kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan jumlah perokok  perempuan ditanah air semakin meningkat dari tahun ketahun. “menurut survei nasional, ada kenaikan,” kata Endang Rahayu saat menyampaikan paparan terkait peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia di kantor kementrian kesehatan, Jakarta kamis (27/05/2010)

Disebutkan, jumlah perempuan perokok tahun 1995 hanya 1.7 persen sudah meningkat menjadi 5.06 persen pada tahun 2007.

Menurut menteri kesehatan hal itu disebabkan antara lain oleh kampanye pencitraan dari industri tembakau dari waktu ke waktu yang kian agresif.

Secara terpisah, pegiat lembaga swadaya masyarakat lembaga menanggulangi memasalah rokok (Lm3) Fuad Baraja mengatakan, industri rokok menggunakan trik-trik khusus untuk menarik kaum perempuan menghisap rokok.

Melalui iklan-iklan produk mereka, dia menjelaskan industri rokok menyampaikan informasi yang menyesatkan tentang rokok. “Dibikin iklan dengan figur-figur yang terlihat keren yang kemudian membuat orang menganggap merokok merupakan hal keren. Mereka juga pakai kata-kata mild dan low tar, seolah-olah rokok-rokok itu dampaknya lebih ringan dari rokok yang lain, padahal kenyataanya tidak demikian.

Iklan-iklan semacam itu, menurut dia ikut memberikan kontribusi terhadap pandangan masyarakat terhadap perempuan yang merokok. “Dulu perempuan yang merokok dianggap nakal dan liar, pelan-pelan pandangan itu berubah, tidak sekuat dulu, sehingga pra peempuan tidak lagi merasa malu kalau merokok, bahkan sebaliknya merasa keren,” kata mereka.

Padahal kebiasaan merokok sudah terbukti menimbulkan banyak gangguan kesehatan, membuat biaya kesehatan meningkat. Asap rokok yang dihirup seorang perokok mengandung gas seperti karbon monoksida, karbon dioksida, hidrogen sianida dan amoniak.

Selain itu ada  juga oksida dari nitrogen dan senyawa hidrokarbon serta zat kimia yang berbahaya termasuk tar, nikotin, benzopiren, fenol, dan kadmium. Gas dan partikel dalam aspa rokok menimbulkan penyakit obstruksi paru menahun ( POPM ), seperti emfisema paru-paru, bronkitis kronis dan asma .

Kebiasaan merokok juga menjadi penyebab utama terjadinya kanker paru-paru karena partikel aspa rokok seperti benzopiren, dibenzopiren, dan uretan disebut sebagai bahan karsinogen.

Bahan-bahan kimia dalam rokok kata dokter spesialis kandungan dari Rmah Sakit Cipto Jakarta, Tricia Dewi Anggraeni menimbulkan gangguan pada organ reproduksi perempuan.

“Rokok meningkatkan risiko terhambatnya pertemuan sel sperma dengan sel telur yang menyebabkan ketidakmampuan melahirkan bayi hidup,” katanya.  Merokok menurut ia juga menghambat pematangan sel telur yang selanjutnya dapat menimnulkan gangguan siklus menstruasi. Bahkan mempercepat masa menopause serta memperburuk tampilan fisik perempuan seperti tekstur kulit, suara dan binaran mata.

“Selain itu merokok juga menghambat pertumbuhan janin. Perempuan yang merokok juga beresiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah, sesudah itu juga pertumbuhannya akan terganggu”. katanya .

Hal itu menurut menteri kesehatan , akan menghambat tujuan pemerintah mencapai target Pembangunan Milenium (Millenium Developments goals/MDGs), yaitu menurunkan angka kematian ibu.

Oleh karena itu, dia menjelaskan pemerintah bersama komponen bangsa yang lain berusaha mengendalikan dampak pengguanaan tembakau.

“Sudah ada Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan yang mengatur pengamanan produk yang mengandung zat adiktif termasuk tembakau” katanya.

Pemerintah, kata dia juga mendorong penerapan kebijakan kawasan tanpa asap rokok. “Sekarang sudah ada 18 kabupaten/kota yang menerapkan peraturan daerah tentang kawasan tanpa asap rokok”, demikin kata Menkes.

sumber: kompas.com

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.