TIPS KESEHATAN

Minuman Soda dengan Sitrat Tinggi Cegah Batu Ginjal?

img

Boston, Selama ini diketahui terlalu sering minum soda bisa berbahaya bagi kesehatan penyakit .

Tapi minuman soda yang mengandung sitrat tinggi bisa mencegah jenis batu ginjal yang paling umum.

Dalam studi ini peneliti menemukan bahwa beberapa versi minuman soda diet rasa jeruk yang populer seperti 7Up, Sunkist dan Sprite mengandung jumlah sitrat relatif tinggi.

Sitrat dapat menghambat pembentukan batu kalsium oksalat yang merupakan penyebab paling umum dari batu ginjal.

Temuan yang dilaporkan dalam Journal of Urology menunjukkan bahwa diet minuman soda dengan sitrat tinggi dapat digunakan bagi orang yang rentan terhadap

batu ginjal.

Batu ginjal terjadi ketika urine mengandung lebih banyak zat pembetuk kristal seperti kalsium, asam urat dan suatu zat yang disebut dengan oksalat dibandingkan kandungan lain yang dapat diencerkan. Kebanyakan batu ginjal disebabkan kalsium dan biasanya dalam bentuk kombinasi dengan oksalat.

“Salah satu penyebab orang terkena batu ginjal adalah kandungan sitrat yang relatif kecil di dalam urine-nya,” ungkap Dr Brian H Eisner, seorang urolog dari Massachusetts General Hospital di Boston, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (18/5/2010).

Selama ini pengobatan yang umum untuk mencegah batu ginjal akibat kalsium oksalat atau jenis batu lain seperti batu asam urat adalah dengan mengonsumsi suplemen kalium sitrat.

Namun menurut Dr Eisner, bagaimana pastinya terapi ini bisa mencegah pembentukan batu ginjal masih belum jelas, tapi beberapa dokter ada yang sudah menganjurkan hal ini pada pasiennya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada minuman komersial yang memiliki kandungan sitrat serupa dengan minuman limun buatan sendiri.

Secara keseluruhan penelitian ini menemukan minuman soda diet berbasis jeruk termasuk 7Up, Sunkist, Sprite, Fresca and Canada Dry ginger ale memiliki kadar sitrat yang lebih tinggi daripada minuman limun buatan sendiri. Sedangkan minuman soda lainnya tidak banyak mengandung sitrat.

Karena belum ada bukti pasti minuman sitrat tinggi membantu mencegah pembentukan batu ginjal, saat ini peneliti tidak menganjurkan seseorang melakukan diet soda rasa jeruk untuk mencegah pembentukan batu. Tapi disarankan pasien harus secara rutin mengonsumsi 2-3 liter air atau cairan lainnya setiap hari.

Vera Farah Bararah – detikHealth

Iklan
Categories: TIPS KESEHATAN | 1 Komentar

Cegah Uban di Usia Muda

img

Jakarta, Rambut putih alias uban biasanya identik dengan rambut kakek dan nenek. Tapi uban tak selalu berkaitan dengan usia, karena tak jarang pula orang yang masih muda ubanan. Apa yang menyebabkan uban di usia muda?

Pertumbuhan rambut terjadi secara bertahap. Akar rambut berisi struktur seperti tas kecil yang disebut folikel rambut. Folikel rambut ini mengandung melanosit yang menghasilkan pigmen yang disebut melanin, yang bertanggung jawab untuk warna rambut.

Ada beberapa helai rambut yang tidak tumbuh dan masih dalam tahap istirahat. Seiring dengan berjalannya waktu, rambut tersebut menjadi tua dan mulai berubah warna dari hitam menjadi abu-abu dan putih.

Proses ini umum terjadi pada usia 50-an tahun. Berlawanan dengan kepercayaan populer bahwa rambut uban identik dengan usia tua, beberapa helai uban juga terlihat pada anak-anak yang berumur 10 tahun. Hal ini juga terjadi pada remaja.

Banyak orang muda yang mengeluh ketika melihat uban di kepalanya. Uban prematur ini dalam terminologi medis disebut canities.

Seperti dilansir dari Ehow dan Buzzle, Senin (24/5/2010), berikut penyebab tumbuhnya uban di usia muda:

1. Genetika

Penyebab utama munculnya uban di usia muda adalah genetika. Jika salah satu dari orangtua atau bahkan keduanya mengalami pertumbuhan uban di usia muda, maka kemungkinan besar sang anak pun akan mengalami uban prematur.

Meskipun gen tertentu yang membawa sifat dari uban prematur belum ditemukan, tapi alasan genetika sudah sangat umum dan turun-temurun terjadi.

2. Kondisi medis

Kondisi medis tertentu seperti ketidakseimbangan hormon tiroid atau hipotiroidisme, kekurangan vitamin B12 dan anemia pernisiosa juga bisa menyebabkan uban tumbuh di usia muda.

Vitamin B12 bertanggung jawab untuk menghasilkan jumlah sel darah merah yang sehat di sumsum tulang. Anemia pernisiosa ditandai dengan gejala seperti kelelahan, kurang nafsu makan, penurunan berat badan, sakit kuning dan sakit kepala.

Stres juga dianggap sebagai penyebab uban prematur. Stres, banyak beban pikiran dan kecemasan juga dapat menyebabkan penuaan dini.

Selain itu, vitiligo adalah kondisi sistem autoimun yang merusak melanosit, sel-sel yang menghasilkan pigmen yang bertanggung jawab untuk warna rambut.

3. Obat

Menurut sebuah studi tahun 1996 yang diterbitkan dalam British Medical Journal, orang yang merokok empat kali lebih mungkin mengalami uban prematur ketimbang orang non-perokok.

Dalam beberapa kasus, penggunaan obat bisa menjadi penyebab untuk uban prematur. Penyebab pasti di balik fenomena ini tetap tidak diketahui, tetapi hubungan terlihat antara uban prematur dan obat-obatan tertentu, seperti lithium.

Meskipun wajar memiliki beberapa helai rambut putih atau uban, dapat hal ini mulai menjengkelkan apabila uban memenuhi hampir separuh rambut di kepala.

Untuk menghindari rambut beruban di usia dini, cobalah solusi alami berikut yang efektif dan ucapkan selamat tinggal pada uban:

1. Pola makan

Masukkan makanan yang kaya akan mineral seperti zat besi, natrium dan vitamin B dalam menu harian Anda. Mengonsumsi buah-buahan dan sayuran juga bermanfaat, seperti yang kaya antioksidan, sehingga dapat membantu memerangi radikal bebas yang menyebabkan uban prematur.

2. Pijat rambut

Pijat rambut dengan minyak kelapa akan menjaga rambut panjang, hitam dan kuat. Anda juga dapat merebus daun kari dalam minyak kelapa dan memakainya untuk rambut.

Memakai minyak dan campuran bubuk gooseberry kering adalah pengobatan yang efektif untuk uban.

3. Menggunakan pewarna rambut henna

Henna adalah pewarna rambut alami untuk rambut beruban karena membantu dalam menutupi uban dan mengembalikan warna rambut menjadi coklat gelap. Ini juga dapat menjadi solusi alami untuk uban.

Merry Wahyuningsih – detikHealth

Categories: TIPS KESEHATAN | Tinggalkan komentar

Mendengkur, Tak Seremeh yang Dikira

shutterstock

Salah satu gangguan tidur yang kerap dianggap sepele adalah mendengkur, yakni suara getaran saat tidur ketika bernapas lantaran ada sumbatan pada sebagian saluran napas atas. Hal ini biasanya disebabkan getaran langit-langit lunak dan pilar yang membatasi rongga bagian tengah faring.

Diperkirakan 20 persen pria berusia 30-35 tahun mendengkur setiap kali tidur dan pada usia 60 tahun, angka ini mencapai lebih dari 50 persen. Menurut David Fairbanks, M.D, profesor otolaringologi di George Washington University School of Medicine, tonsil yang membesar dan membran tenggorokan yang mulai kendur dan melebar juga bisa jadi penyebab datangnya suara yang mengganggu ketenangan tidur orang lain ini.

Pada umumnya, mendengkur tidak mengundang risiko kesehatan bagi pendengkur tingkat ringan sampai sedang. Tetapi dengkur yang luar biasa keras dapat menghadapkan Anda pada beberapa masalah medis yang serius, salah satunya adalah obstructive sleep apnea (OSA/terhentinya napas saat tidur).

Kejadian OSA terjadi karena jalan napas tersumbat total sehingga penderita tidak bisa bernapas. Agak lama kemudian barulah bisa bernapas lagi. Kejadian seperti ini bisa terjadi beberapa ratus kali dalam semalam dan menurunkan kadar oksigen dalam darah sampai di bawah normal. “Ini akan membuat jantung Anda bekerja keras sehingga pasien tidak bisa tidur nyenyak,” kata Fairbanks.

Pendengkur yang mengalami OSA biasanya akan sering mengantuk di siang hari, bahkan bisa terlelap saat mengemudikan kendaraan. Selain itu, ia juga menjadi pemurung, pemarah, sulit berpikir dan sulit mengingat sesuatu.

Kurangnya oksigen dalam darah dan jantung yang dipaksa bekerja keras juga akan mengundang masalah kardiovaskular yang biasanya dikaitkan dengan usia lanjut, seperti hipertensi, gagal jantung, stroke, gangguan irama jantung, dan sebagainya.

KOMPAS.com

<!–/ halaman berikutnya–>

Categories: TIPS KESEHATAN | Tinggalkan komentar

Gaya Makan Manusia Kalah Sehat dari Simpanse

img
Ilustrasi (foto: getty images)

Jakarta, Secara genetis, sanusia memiliki kekerabatan cukup erat dengan simpanse. Jika simpanse memiliki pola makan sehat

yang membuatnya jarang sakit, hal yang sama bisa diterapkan pada manusia termasuk menyantap lebih banyak makanan segar.

Dikutip dari Honoluluzoo, Jumat (21/5/2010), makanan utama simpanse adalah buah-buahan dengan jenis yang bervariasi tergantung musimnya. Daun-daunan yang kaya akan serat juga merupakan menu utama para simpanse.

Jika buah-buahan sulit diperoleh, simpanse juga akan memakan biji-bijian. Bunga, kulit kayu, damar dan pati juga dijadikan menu alternatif ketika tidak bisa menemukan buah segar misalnya saat kemarau panjang.

Ini menunjukkan bahwa pada dasarnya kebutuhan primata termasuk dalam hal ini manusia adalah karbohidrat dalam bentuk kompleks. Secara alami, tubuh manusia tidak dikondisikan untuk membutuhkan gula pasir, karbohidrat sederhana yang banyak terdapat dalam makanan modern.

Hasrat alami untuk menyantap makanan segar memudar karena makanan modern memang menawarkan kemudahan, dan kadang-kadang harga yang lebih murah. Ketergantungan pada makanan modern itulah yang akhirnya memicu berbagai masalah, seperti penyakit jantung dan pembuluh darah serta diabetes.

Fakta lainnya, dalam sehari simpanse menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyantap sekitar 20 spesies tanaman. Apabila habitatnya mendukung, simpanse dapat memakan sedikitnya 300 species yang berbeda dalam setahun.

Hal yang sama juga bisa dilakukan oleh manusia, yang memiliki kelebihan menyangkut teknologi pertanian. Tidak seperti simpanse, manusia bisa mendapatkan buah atau sayuran apa saja dengan mudah di supermarket tanpa harus menunggu musimnya.

Terlebih lagi, manusia memiliki peralatan untuk membuat variasi makanan segar lebih beragam. Misalnya biji-bijian yang sulit dilumatkan oleh simpanse, oleh manusia bisa digerus dengan blender atau alat pemecah biji-bijian.

Simpanse juga membutuhkan protein dari serangga, terutama sekali rayap. Sesekali burung juga disantap, bahkan kera, babi dan antelop juga sering dimakan. Namun kebutuhan protein dari hewan hanya 5 persen dari seluruh kebutuhan nutrisi.

Jika ingin menerapkan pola makan sehat ala simpanse, hobi menyantap ayam goreng maupun sate kambing harus disingkirkan. Sesekali menyantap sashimi sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan protein hewani. Daging mentah tidak masalah karena hanya sekali waktu.

Membatasi makanan yang dibakar maupun digoreng akan mengurangi berbagai risiko kesehatan. Lemak jenuh serta kolesterol jahat bisa menyebabkan penyakit jantung dan pembuluh darah, sementara makanan bakar merupakan karsinogen atau pemicu kanker.

Jika simpanse bisa hidup sehat dengan lebih banyak menyantap makanan segar, manusia tentunya bisa menirunya. Keunggulan akal budi yang dimiliki manusia seharusnya bisa membantu untuk lebih menyelaraskan diri dengan alam

Jakarta, Secara genetis, sanusia memiliki kekerabatan cukup erat dengan simpanse. Jika simpanse memiliki pola makan sehat

yang membuatnya jarang sakit, hal yang sama bisa diterapkan pada manusia termasuk menyantap lebih banyak makanan segar.

Dikutip dari Honoluluzoo, Jumat (21/5/2010), makanan utama simpanse adalah buah-buahan dengan jenis yang bervariasi tergantung musimnya. Daun-daunan yang kaya akan serat juga merupakan menu utama para simpanse.

Jika buah-buahan sulit diperoleh, simpanse juga akan memakan biji-bijian. Bunga, kulit kayu, damar dan pati juga dijadikan menu alternatif ketika tidak bisa menemukan buah segar misalnya saat kemarau panjang.

Ini menunjukkan bahwa pada dasarnya kebutuhan primata termasuk dalam hal ini manusia adalah karbohidrat dalam bentuk kompleks. Secara alami, tubuh manusia tidak dikondisikan untuk membutuhkan gula pasir, karbohidrat sederhana yang banyak terdapat dalam makanan modern.

Hasrat alami untuk menyantap makanan segar memudar karena makanan modern memang menawarkan kemudahan, dan kadang-kadang harga yang lebih murah. Ketergantungan pada makanan modern itulah yang akhirnya memicu berbagai masalah, seperti penyakit jantung dan pembuluh darah serta diabetes.

Fakta lainnya, dalam sehari simpanse menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyantap sekitar 20 spesies tanaman. Apabila habitatnya mendukung, simpanse dapat memakan sedikitnya 300 species yang berbeda dalam setahun.

Hal yang sama juga bisa dilakukan oleh manusia, yang memiliki kelebihan menyangkut teknologi pertanian. Tidak seperti simpanse, manusia bisa mendapatkan buah atau sayuran apa saja dengan mudah di supermarket tanpa harus menunggu musimnya.

Terlebih lagi, manusia memiliki peralatan untuk membuat variasi makanan segar lebih beragam. Misalnya biji-bijian yang sulit dilumatkan oleh simpanse, oleh manusia bisa digerus dengan blender atau alat pemecah biji-bijian.

Simpanse juga membutuhkan protein dari serangga, terutama sekali rayap. Sesekali burung juga disantap, bahkan kera, babi dan antelop juga sering dimakan. Namun kebutuhan protein dari hewan hanya 5 persen dari seluruh kebutuhan nutrisi.

Jika ingin menerapkan pola makan sehat ala simpanse, hobi menyantap ayam goreng maupun sate kambing harus disingkirkan. Sesekali menyantap sashimi sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan protein hewani. Daging mentah tidak masalah karena hanya sekali waktu.

Membatasi makanan yang dibakar maupun digoreng akan mengurangi berbagai risiko kesehatan. Lemak jenuh serta kolesterol jahat bisa menyebabkan penyakit jantung dan pembuluh darah, sementara makanan bakar merupakan karsinogen atau pemicu kanker.

Jika simpanse bisa hidup sehat dengan lebih banyak menyantap makanan segar, manusia tentunya bisa menirunya. Keunggulan akal budi yang dimiliki manusia seharusnya bisa membantu untuk lebih menyelaraskan diri dengan alam.
AN Uyung Pramudiarja – detikHealth

Categories: TIPS KESEHATAN | Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.