Uncategorized

elherlan's Blog

img

Boston, Selama ini diketahui terlalu sering minum soda bisa berbahaya bagi kesehatanpenyakit.

Tapi minuman soda yang mengandung sitrat tinggi bisa mencegah jenis batu ginjal yang paling umum.

Dalam studi ini peneliti menemukan bahwa beberapa versi minuman soda diet rasa jeruk yang populer seperti 7Up, Sunkist dan Sprite mengandung jumlah sitrat relatif tinggi.

Sitrat dapat menghambat pembentukan batu kalsium oksalat yang merupakan penyebab paling umum dari batu ginjal.

Temuan yang dilaporkan dalam Journal of Urology menunjukkan bahwa diet minuman soda dengan sitrat tinggi dapat digunakan bagi orang yang rentan terhadap

batu ginjal.

Batu ginjal terjadi ketika urine mengandung lebih banyak zat pembetuk kristal seperti kalsium, asam urat dan suatu zat yang disebut dengan oksalat dibandingkan kandungan lain yang dapat diencerkan. Kebanyakan batu ginjal disebabkan kalsium dan biasanya dalam bentuk kombinasi dengan oksalat.

“Salah satu penyebab orang terkena batu ginjal adalah kandungan sitrat yang relatif kecil di dalam urine-nya,” ungkap…

Lihat pos aslinya 180 kata lagi

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Benarkah Stres Bikin Rambut Ubanan?

img

London, Orang bisa mendapatkan rambut uban di umur berapa saja. Beberapa orang beruban di usia muda pada saat kuliah ataupun sekolah, namun ada juga yang mulai beruban saat usia 30-40 tahun. Benarkah stres bisa memicu tumbuhnya uban?

Selama ini banyak mengira uban muncul karena faktor stres, terutama bagi mereka yang masih muda dan belum memasuki usia lanjut. Tapi ternyata bukan stres penyebabnya. Peneliti mengatakan faktor genetiklah yang lebih berperan, tanpa bisa kita kontrol.

Peneliti mencoba membandingkan dua kelompok partisipan, yaitu yang memiliki gen identik dan yang tidak identik. Dan ternyata mereka dengan gen identik punya kemiripan warna rambut daripada mereka yang berbeda gen, termasuk ketika munculnya ubandi kepala mereka.

“Meski banyak teori yang menjelaskan tentang perbedaan kemunculan uban pada rambut disebabkan oleh pola hidup dan faktor stres, tapi sangat sedikit bukti ilmiah yang bisa menjelaskannya,” ujar Dr David Gunn seperti dilansir dari BBC, Sabtu (5/12/2009).

Rambut uban dilaporkan lebih dulu muncul pada wanita daripada pria. Fakta ini lalu dikaitkan dengan faktor stres yang lebih banyak menimpa wanita daripada pria, terutama wanita yang sudah menikah. Namun peneliti membantah hal itu karena faktor gen ternyata lebih bisa membuktikan fakta tersebut.

“Ini artinya pada rata-rata orang, rambut yang berubah warna menjadi putih atau abu-abu? (uban) bukan karena pola hidupnya selama ini, tapi lebih pada faktor genetik yang tidak bisa dikontrol. Pola hidup ternyata tidak terlalu berdampak pada hilangnya warna alami rambut,” tutur Nina Goad dari the British Association of Dermatologists.

Meski demikian, studi sebelumnya ada juga yang menemukan fakta bahwa uban yang lebih dulu muncul pada mereka yang masih muda diperngaruhi oleh faktor lingkungan.

“Itu adalah salah satu bentuk pengecualian, mungkin karena orang itu terlalu banyak terkena zat kimia atau menggunakan produk-produk berbahan kimia pada rambutnya,” ujar Dr David Fisher dari Faber Cancer Institute.

Uban terjadi ketika sel-sel pigmen dikantung rambut secara bertahap mulai mati. Bila sedikit kandungan pigmen sel dalam kantung rambut, maka setiap helai rambut tidak lagi berisi banyak melanin dan akan mengubah warna rambut menjadi abu-abu atau putih selama pertumbuhannya. Semakin lama pigmen selnya semakin sedikit, yang pada akhirnya rambut akan seutuhnya berwarna abu-abu atau putih.

Nampaknya memang uban susah dicegah jadi hadapi saja sebagai pengingat kita bertambah dewasa. Pilihan untuk menutupi atau membiarkannya ada pada masing-masing orang tersebut. Mau dicat, atau pakai penutup kepala bisa jadi solusi sementara.

Nurul Ulfah – detikHealth

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Bernyanyi Bisa Kurangi Sakit Iritasi Usus

img

Stockholm , Bernyanyi mungkin menjadi kegemaran banyak orang karena menimbulkan rasa nyaman. Tak hanya itu, bernyanyi bersama paduan suara dianjurkan dokter bagi penderita sindrom iritasi usus atau irritable bowel syndrome (IBS).

Bernyanyi aktif seminggu sekali bisa mengurangi stres yang berarti meringankan penyakit penyakit IBS.

Peneliti menemukan bahwa pada kelompok studi paduan suara yang aktif bernyanyi seminggu sekali, terdapat pengurangan stres sejak enam bulan pertama. Yang berarti ini juga dapat meringankan penyakit IBS.

Penemuan ini dilaporkan dalam edisi terbaru Journal of Psychotherapy and Psychosomatics.

IBS. Asal tahu saja, sindrom IBS adalah gangguan pencernaan yang dapat dipengaruhi oleh faktor psikologis tertentu, seperti stres.

Hal ini disampaikan oleh tim peneliti dari Swedia yang meneliti kaitan antara bernyanyi dalam kelompok paduan suara dan sindrom iritasi usus.

“Manfaat relaksasi yang umumnya terkait dengan kelompok paduan suara sebenarnya mungkin memiliki dampak positif pada gejala gangguan sindrom iritasi usus, setidaknya dalam jangka pendek,” ujar Christina Grape, penulis studi dari Stockholm University, seperti dilansir dari Health24, Rabu (26/5/2010).

Pada studi yang dilakukan tahun 2006 ini, partisipan yang merupakan pasien IBS dibagi menjadi dua kelompok, satu ditugaskan untuk bergabung dengan kelompok paduan suara dan lainnya mengikuti kelompok diskusi. Kedua kelompok bertemu tiga sampai empat kali sebulan selama setahun.

Peneliti memilih dua kelompok kegiatan ini untuk melihat apakah partisipan dalam paduan suara, yang sering dianggap sebagai kegiatan santai komunitas, juga dapat memiliki potensi terapi untuk pasien IBS.

Air liur partisipan diambil sebagai sampel sebelum mengikuti kelompok studi, kemudian setelah 6 bulan, 9 bulan dan 1 tahun setelah mengikuti kelompok studi.

Hal ini dilakukan untuk mengukur kadar hormon testosteron yang terkait dengan tingkat stres. Dengan demikian dapat diketahui berapa banyak orang yang mengalami stres dan kaitannya dengan

Merry Wahyuningsih – detikHealth

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Usia Pernikahan Rawan Kebosanan

Ketegangan dan konflik bukanlah hal terutama yang memengaruhi tingkat kepuasan dalam pernikahan yang sudah berlangsung sekian tahun. Kebosanan yang terlihat biasa pun bisa menjadi pembunuh kehangatan pernikahan.Studi ini melibatkan peserta sebanyak 123 pasangan menikah, yang mengajukan izin pernikahan di Wayne County, Michigan, Amerika Serikat. Dengan usia rata-rata, wanitanya 24 tahun dan pasangannya berusia 26 tahun. Masing-masing memasuki pernikahan pertama.

Dari studi tersebut diketahui bahwa secara rata-rata, usia kebosanan pernikahan terjadi ketika menginjak tahun ke-7 dan ke-16. Pada tahun ke-7 dan ke-16 tersebu, masing-masing pasangan diberikan 3 pertanyaan:
– Selama sebulan terakhir, seberapa sering Anda merasa hubungan pernikahan ini terasa membosankan? Apakah Anda selalu melakukan hal yang sama setiap waktu dan jarang melakukan kegiatan menyenangkan sebagai pasangan?
– Secara keseluruhan, seberapa puaskah Anda dengan pernikahan yang Anda miliki?
– Partisipan diminta untuk melihat 7 pasang lingkaran bertumpuk-tumpuk yang tingkat keruwetannya berbeda, lalu diminta gambar yang paling tepat untuk melukiskan pernikahannya.

“Kebosanan terbesar di tahun ke-7 secara signifikan memprediksi ketidakpuasan di tahun ke-16. Namun, kepuasan yang dirasakan pada tahun ke-7 tidak secara signifikan memastikan bahwa akan hal yang sama di tahun ke-16,” seperti dituliskan oleh salah satu peneliti dalam laporannya.

Irene Tsapelas dari Stony Brook University, New York menemukan bahwa hasil riset mereka ini menemukan bahwa rasa kesenangan, spontanitas, dan rasa mendebarkan bisa membawa pasangan makin dekat, yang pada akhirnya akan mengarah kepada kepuasan dalam berhubungan.

“Jika pasangan merasakan kesenangan dari sumber lain (misal, aktivitas yang baru dan menantang) dalam konteks yang berbagi, maka pengalaman berbagi ini bisa memercikkan gairah dalam hubungan dengan menghubungkan kesenangan dalam hubungan. Jika teori ini berlaku di luar laboratorium, akan memiliki implikasi teoritis dan praktis yang signifikan,” jelasnya.

<!–/ halaman berikutnya–>

Sumber :WebMD
Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Kala Stres, Selera Pria Lebih “Nakal”

Shutterstock

Ilustrasi

BERLIN — Kondisi psikologis pria dapat memengaruhi minat dan selera seksual mereka. Riset menunjukkan, selera pria terhadap lawan jenis  menjadi lebih bervariasi ketika dalam kondisi tertekan.

Seorang pria biasanya cenderung tertarik pada pasangan yang memiliki kemiripan wajah dengan dirinya. Tetapi hasil penelitian tentang preferensi seksual menunjukkan, pilihan pria bisa berubah akibat mengalami stres. Kala tertekan, mereka menjadi lebih terbuka pada lebih banyak variasi wanita.

Dalam kondisi rileks, pria tak jatuh hati pada pasangan yang wajahnya tak mirip dengan mereka. Para pria menilai wanita ini 14 persen kurang menarik dibandingkan yang punya kemiripan wajah dengan mereka. Namun, pada kelompok pria stres, pasangan yang wajahnya tidak mirip dengan mereka dinilai 9 persen lebih menarik.

Johanna Lass-Hennemann dari Universitas Trier Jerman yang memimpin riset ini mengatakan, temuan ini sejalan dengan hasil riset sebelumya bahwa binatang kehilangan ketertarikan seksual yang normal ketika dalam kondisi stres.

“Pria cenderung mendekati pasangan yang berbeda dan menilai ini lebih menyenangkan ketika mereka dalam kondisi stres akut. Tapi kami tidak yakin bagaimana ini dapat tecermin dalam keputusan memilih pasangan yang sebenarnya,” ungkap Lass-Hennemann.

Para ahli menduga, ketertarikan memilih pasangan yang memiliki kemiripan wajah berkaitan dengan kecenderungan manusia menaruh kepercayaan lebih besar pada wajah yang familiar. Faktor ini pula yang memegang peran penting dalam menjalin hubungan jangka panjang. Akan tetapi, dalam kondisi stres, pengaruh kemiripan wajah ini tampaknya memudar.

Lass-Hennemann berspekulasi, stres mungkin meningkatkan kecenderungan pria  menikahi atau bereproduksi dengan wanita yang memiliki perbedaan secara genetis. Manfaatnya adalah anak yang lahir dari hubungan ini mungkin dapat lebih tahan dan mampu mengatasi lingkungan yang penuh tekanan.

“Kami pikir bahwa lingkungan yang penuh dengan stres kronis seharusnya dapat meningkatkan perkawinan silang (outbreed). Sebab, perkawinan sedarah mungkin akan melahirkan keturunan yang tidak cukup beragam secara genetis,” ujarnya.

Dalam riset yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the Royal Society B ini, peneliti melibatkan 50 mahasiswa heteroseksual sehat yang dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama diminta mencelupkan tangannya dalam seember air dingin selama tiga menit sebelum menjalani tes. Sedangkan kelompok kedua diminta melakukan hal yang sama, tetapi dengan air yang bersuhu normal sesuai temperatur tubuh.

Peneliti juga melakukan pengukuran rata-rata detak jantung dan kadar hormon stres kortisol untuk memastikan bahwa pria pada kelompok pertama dalam kondisi yang lebih stres sebelum tes dilakukan.

Dalam tesnya sendiri, kepada para pria diperlihatkan serangkaian gambar lewat layar komputer. Beberapa di antaranya adalah gambar benda rumah tangga dan  wanita telanjang. Sejumlah gambar wanita tersebut direkayasa secara digital untuk menyerupai wajah pria yang sedang diuji atau pria lain dalam kelompok penelitian.

Selama tes, sesekali diperdengarkan bunyi suara berisik untuk mengejutkan para pria dan mencatat reaksi mereka. Riset sebelumnya mengindikasikan, seseorang tidak merasakan terkejut ketika menemukan sesuatu yang menarik. Para pria ini juga diminta merata-ratakan seberapa besar mereka tertarik dan merasa terangsang.

Pada kelompok kontrol, para pria lebih tertarik pada wanita yang memiliki kemiripan wajah dengan mereka, sedangkan pada kelompok stres secara konsisten memilih dan merata-ratakan wanita yang tidak dikenal sebagai sosok yang menarik. Reaksi pada saat terkejut menegaskan ketertarikan mereka.

Sumber :The Guardian

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Ketika Perempuan Merokok di Anggap Keren

Menteri kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan jumlah perokok  perempuan ditanah air semakin meningkat dari tahun ketahun. “menurut survei nasional, ada kenaikan,” kata Endang Rahayu saat menyampaikan paparan terkait peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia di kantor kementrian kesehatan, Jakarta kamis (27/05/2010)

Disebutkan, jumlah perempuan perokok tahun 1995 hanya 1.7 persen sudah meningkat menjadi 5.06 persen pada tahun 2007.

Menurut menteri kesehatan hal itu disebabkan antara lain oleh kampanye pencitraan dari industri tembakau dari waktu ke waktu yang kian agresif.

Secara terpisah, pegiat lembaga swadaya masyarakat lembaga menanggulangi memasalah rokok (Lm3) Fuad Baraja mengatakan, industri rokok menggunakan trik-trik khusus untuk menarik kaum perempuan menghisap rokok.

Melalui iklan-iklan produk mereka, dia menjelaskan industri rokok menyampaikan informasi yang menyesatkan tentang rokok. “Dibikin iklan dengan figur-figur yang terlihat keren yang kemudian membuat orang menganggap merokok merupakan hal keren. Mereka juga pakai kata-kata mild dan low tar, seolah-olah rokok-rokok itu dampaknya lebih ringan dari rokok yang lain, padahal kenyataanya tidak demikian.

Iklan-iklan semacam itu, menurut dia ikut memberikan kontribusi terhadap pandangan masyarakat terhadap perempuan yang merokok. “Dulu perempuan yang merokok dianggap nakal dan liar, pelan-pelan pandangan itu berubah, tidak sekuat dulu, sehingga pra peempuan tidak lagi merasa malu kalau merokok, bahkan sebaliknya merasa keren,” kata mereka.

Padahal kebiasaan merokok sudah terbukti menimbulkan banyak gangguan kesehatan, membuat biaya kesehatan meningkat. Asap rokok yang dihirup seorang perokok mengandung gas seperti karbon monoksida, karbon dioksida, hidrogen sianida dan amoniak.

Selain itu ada  juga oksida dari nitrogen dan senyawa hidrokarbon serta zat kimia yang berbahaya termasuk tar, nikotin, benzopiren, fenol, dan kadmium. Gas dan partikel dalam aspa rokok menimbulkan penyakit obstruksi paru menahun ( POPM ), seperti emfisema paru-paru, bronkitis kronis dan asma .

Kebiasaan merokok juga menjadi penyebab utama terjadinya kanker paru-paru karena partikel aspa rokok seperti benzopiren, dibenzopiren, dan uretan disebut sebagai bahan karsinogen.

Bahan-bahan kimia dalam rokok kata dokter spesialis kandungan dari Rmah Sakit Cipto Jakarta, Tricia Dewi Anggraeni menimbulkan gangguan pada organ reproduksi perempuan.

“Rokok meningkatkan risiko terhambatnya pertemuan sel sperma dengan sel telur yang menyebabkan ketidakmampuan melahirkan bayi hidup,” katanya.  Merokok menurut ia juga menghambat pematangan sel telur yang selanjutnya dapat menimnulkan gangguan siklus menstruasi. Bahkan mempercepat masa menopause serta memperburuk tampilan fisik perempuan seperti tekstur kulit, suara dan binaran mata.

“Selain itu merokok juga menghambat pertumbuhan janin. Perempuan yang merokok juga beresiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah, sesudah itu juga pertumbuhannya akan terganggu”. katanya .

Hal itu menurut menteri kesehatan , akan menghambat tujuan pemerintah mencapai target Pembangunan Milenium (Millenium Developments goals/MDGs), yaitu menurunkan angka kematian ibu.

Oleh karena itu, dia menjelaskan pemerintah bersama komponen bangsa yang lain berusaha mengendalikan dampak pengguanaan tembakau.

“Sudah ada Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan yang mengatur pengamanan produk yang mengandung zat adiktif termasuk tembakau” katanya.

Pemerintah, kata dia juga mendorong penerapan kebijakan kawasan tanpa asap rokok. “Sekarang sudah ada 18 kabupaten/kota yang menerapkan peraturan daerah tentang kawasan tanpa asap rokok”, demikin kata Menkes.

sumber: kompas.com

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Empat Jenis Ciuman Yang Disukai Pria

Secara harfiah berciuman berarti memberi makna saling menyentuh bibir untuk mengungkapkan rasa sayang. Namun ternyata ciuman itu sendiri ternyata banyak macamnya, tergantung bagaimana cara anda melakukannya.

Sebuah ciuman bisa berkesan  sayang, liar bahkan mengintimidasi. Ciuman juga bisa dilakuka dimanapun dibagian tubuh anda dalam durasi sedetik sampai beberpa menit.

Namun seperti apa sih ciuman yang disukai ? karena mereka sering melakukan “wet kiss”, apakah itu berarti mereka menyuakinya? mengapa mereka hanya memberi kecupan ringan pada kening pasangannya ?

Pada dasarnya ada empat ciuman yang disukai para pria

1. Menghisap Bibir

Ciuman jenis ini biasanya terjadi ketika anda berdua sedang bermesraaan dan si pria menghisap bibir atas atau bibir bawah pasangannya, Pria menyukai ciuman jenis ini karena bisa memprovokasi pasangannya untuk memberikan reaksi yang lebih “hot”. Ciuman ini biasanya merupakan ciuman resmi untuk mengawali sesi bercinta. Tak sekadar bercinta,  tapi juga segala macam gaya segala posisi dan segala macam petualangan lainnya. Lucunya sebaguan pria tidak suka bibirnya dihisap, mereka lebih suka melakukannya pada pasangan mereka. Alasannya ? coba tanyakan pada pasangan anda. 🙂

2. Ciuman ditengah sesi bercinta

Maknanya ya sesuai sebutannya, sambil berhubungan seksual sang pria mencuri-curi mencium pasangannya. Pria senang melakukan hal ini karena selain makin menciptakan kenikmatan juga merupakan kombinasi dari aktifitas seksual yang paling liar dan klasik. jika mampu dilakukan dengan nyaman maka saat itulah anda berdua mampu menikmatinya.

3. Kecupan ringan

Ciuman ini tergolong yang paling sederhana dan tidak melibatkan dorongan seksual. Kecupan bisa dilakukan di bibir, kening, pipi atau diamanapun dia menginginkannya. Pria umumnya senang ketika melakukan kecupan pada kepala atau leher pasangannya karena saat itu tercium wangi shampo atau lotion ataupun parfum yang tercampur aroma tubuh pasangannya yang sebenarnya. Sebaliknya pria akan suka dikecup dimana saja.

4. French kiss

Saat melakukannya si pria akan menyelipkan lidahnya pada mulut pasangannnya. Ciuman ini biasanya terjadi ketika suasana benar-benar panas. Pria senang melakukannya karena sama liarnya dengan hubungan seks itu sendiri. Ketika mata saling menutup, kepala dimiringkan tubuh saling mendekap, tangan saling menggenggam, itulah momen yang paling menyenangkan buatnya. Ada semacam artikulasi dan intuisi dalam ciuman yang menggairahkan sehingga tiada ada kata-kata atupun seks yang mengikutinya.  kompas.com

sumber : your tango

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Suara Ibu di Telepon Setara Pelukan

Tentu saja setiap ibu ingin menyaksikan perkembangan buah hatinya, tapi bagaimana jika bekerja di luar rumah ? Sering-seringlah  berkomunikasi dengan si kecil lewat telepon karena suara sang ibu setara dengan pelukan.

Bekerja dan menjadi ibu memang bukan tugas yang mudah, namun ada banyak cara untuk menyiasati waktu yang langka. Komuniksi lewat telepon adalah salah satunya. Bercakap-cakap lewat telepon selain sebagai “obat rindu” juga bisa membuat hati sang anak menjadi lebih nyaman, senyaman dipeluk ibu.

Penelitian menunjukan pelukan bisa mengurangi rasa stress bahkan termasuk rasa sakit  yang kita derita. Namun terkadang jarak menghalangi terjadinya kontak fisik. Untuk menyiasatinya, pelukan bisa digantikan sementara oleh komunikasi di telepon, khususnya suara ibu buat anaknya. Hal ini dibuktikan lewat berbagai penelitian terbaru para ilmuwan di Amerika.

Penelitian melibatkan 60 anak perempuan usia 7-12 tahun yang dikondisikan berada dalam situasi stress. Mereka diminta pidato didepan orang banyak yang tidak dikenalnya. Kemudian hormon mereka dimonitor, apakah ada perubahan yang terjadi ketika mereka mendapatkan pelukan ibunya atau ketika mereka hanya berbicara lewat telepon.

Anak-anak itu terbagi dalam tiga kelompok, yakni kelompok anak-anak yang didampingi ibunya untuk memberi rasa nyaman, baik berupa genggaman tangan atau pelukan. Kelompok kedua adalah kelompok anak-anak yang berbicara dengan ibunya lewat telepon dan kelompok yang ketiga adalah anak-anak yang hanya menonton film dan bersifat netral.

Otitoksin, hormon yang berkaitan dengan ikatan emosional dan menjadi penawar hormon efek stress, kortisol, ternyata meningkat pada kelompok satu dan dua. Namun tidak demikian  dengan kadar otitoksin pada anak kelompok tiga.

“Selama ini diketahui Otitoksin hanya keluar melalui kontak fisik. tapi dengan penelitian diatas terbukti juga bahwa suara ibu ditelepon bisa setara dengan sebuah pelukan.” kata Dr Leslie seltzer, ketua peneliti dari universitas Wisconsin-Madison.

sumber: BBC

Categories: Uncategorized | 2 Komentar

Kawan anda = Lawan anda

Sebuah pepatah mengatakan tak ada kawan atau lawan yang abadi, yang ada hanya kepentingan yang abadi.

Bagaimana jika hal ini terjadi di lingkungan kerja kita..?

Tentu menyenangkan jika kawan anda menjadi rekan kerja anda di kantor. Selain komunikasi bisa terjalin lebih erat, suasana kerja pun menjadi lebih akrab.

Bagi sebagian orang, pertemanan dan profesionalitas memang harus berjalan beriringan, tapi ada juga yang tidak berpendapat seperti itu. Bahkan bagi beberapa orang pertemanan yang awalnya baik, bisa juga hancur berantakan karena masalah pekerjaan.

“Semuanya bisa  berjalan baik atau buruk, tergantung banyak faktor, salah satunya adalah kepribadian mereka masin-masing dan bagaimana hubungan profesional mereka di kantor.” ujar Irene S Levine, penulis “Best Friends Forever, seperti dikutip dari careerbuilder.com .

Contohnya saja, ketika salah satu dari mereka agresif dan mudah cemburu, salah satu menjadi Super Visor, atau mereka berada dalam lingkungan yang kompetitif, atau terdapat perbedaan gaji ataupun jabatan yang jauh diantara mereka, maka hal itu bisa memicu timbulnya keretakan dalam pertemanan .

“Karena dalam situasi seperti ini hubungan pertemanan bisa mencaoai titik terendah, maka sebuah pertemanan harus dibangun secara perlahan dan hati-hati agar tidak terjadi kekecewaan, anda harus membiarkannya berjalan perlahan agar anda memiliki kepekaan untuk menilai apakah orang tersebut bisa di percaya memiliki penilaian yang bijaksana terhadap suatu hal,” jelas Levine .

Banyak sekali hal yang bisa memicu putusnya hubungan pertemanan di tempat kerja, beberapa kasus menceritakan adanya perbedaan sikap dari salah satu pihak karena yang lainnya diberhentikan atau tidak lagi bekerja di perusahaan yang sama, kejadian ini bisa jadi disebabkan karena salah satu pihak merasa temannya tak lagi menguntungkan posisinya di tempat kerja tersebut.

Inilah mengapa Levine menyarankan agar setiap pertemanan harus dibangun secara perlahan-lahan untuk menguji seberapa kuat komitmen seseorang terhadap pertemanan.

Kasus yang lainnya terjadi karena terjadi affair atau hubungan terlarang antara teman dengan kekasihnya. Jelas hal ini akan membuat hubungan pertemanan yaang erat sekalipun akan hancur berantakan, Sedangkan kasus yang lain terkadang sulit di artikan karena ada saja orang-orang yang tiba-tiba menjaga jarak atau memutuskan pertemanan tanpa sebab yang jelas.

Solusi….

Bagaimana jika pertemanan anda dengan rekan kerja terancam berakhir? Apakah mungkin perpecahan tersebut bisa diperbaiki?

“Levin mencoba memberikan beberapa saran :

Buat batasan cobalah melakukan komunikasi, tanpa menyalahkan siapapun atau salah satu pihak, siapa tahu masalah tersebut hanyalah kesalah pahaman kecil yang bisa cepat diatasi.

“Bisa saja anda berdua membicrakan soal batasan-batasan yang harus segera dibuat agar hubungan pertemanan dan hubungan kerja menjadi lebih nyaman. Misalnya dengan membuat perjanjian bahwa pertemanan hanya berlaku di tempat kerja ataupun justru hanya diluar tempat kerja, dengan meminimalisir membicarakan masalah pekerjaan.”

Hentikan dengan cara yang elegan pertemanan yang tak bisa diselamatkan, lebih baik anda memutuskannya dengan perlahan dan dengan cara yang sopan, dan tentu saja anada tidak ingin mencari musuh bukan ?

Pahami jenis pertemanan anda, setiap orang harus ingat bahwa pertemanan tidak selamanya berusia panjang, sebagian pertemanan hanya berlangsung singkat dan tidak bertahan lama.

“Jika pertemanan tak bisa dipertahankan, jangan memaksakan diri untuk tetap berteman, bisa jadi hal ini malah akan membahayakan karier anda.

Meski begitu, pertemanan yang kandas bukan berarti membuat anda harus terus menjaga jarakdengan rekan kerja, bertemanlah sewajarnya karena teman ditempat kerja bisa menjadi teman kolaborasi yang baik, penyemangat kerja, tempat anda berkeluh kesah sekaligus tempat anda mengisi semangat untuk siap kembali bekerja .

sumber: koran SI/tty)

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Browsing mudah dengan Bolt browsing

Selama ini untuk browsing menggunakan HP biasanya orang banyak menggunakan Aplikasi OPERA MINI baik versi lama ataupun yang terbaru.

Namun masalahnya ketika mengguanakan HP yang ukuran layarnya kecil tidak bisa memuat tampilan situs yang lengkap atau pun bisa masuk juga kadang memerlukan waktu yang lama bahkan kadang-kadang HP jadi sering hank karena halaman yang dimaksud terlalu luas atau file yang kita maksud terlalu besar.

Untuk mengatasi masalah tersebut cobalah untuk menggunakan Aplikasi BOLT BROWSER, maka permasalahan diatas tersebut bisa diatasi.

Sekilas tampilan dari aplikasi tersebut sudah seperti tampilan di komputer, kita bisa browsing sepuasnya tanpa ada terkendala dengan luas halaman atau berapa besar file yang kita cari.

Kita bisa langsung menulis artikel atau memberi komentar ataupun membalas komentar-komentar dari teman-teman kita. 

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.